Cinta Apa Yang Kau Lihat?

Seorang teman sempat bertanya kepadaku, kurang lebih begini pertanyaannya 
gandhi kamu mencintai pacarmu karena apa? aku sempat diam sejenak terus kembali bertanya kepada temanku tadi, sebelum aku jawab aku mau bertanya dulu kepadamu, kamu mencintai ibumu karena apa? dan temanku hanya membalas pertanyaanku dengan senyum kecilnya.

begini sob, sama halnya seperti kamu mencintai ibumu, yang tidak tau karena alasan apa, bukan saja akrena satu alasan ibumu telah melahirkanmu kedunia ini, begitupun aku sob, aku mencintai pacarku bukan karena satu alasan apapun, dan kreteria bukan menjadi alasan atau bukan sebuah acuan aku harus mencintainya sob, jika itu aku sebagai sebuah 'panduan' maka aku tidak akan pernah menemukan cinta sejatiku, cinta itu datang begitu saja tanpa adanya sebuah alasan yang tepat kenapa aku harus mencintainya. Aku mencintainya memang sejak awal berjumpa sudah ada getaran yang aku sendiri tidak mengetahui asalnya, dan cinta itu tidak akan memandang sesuatu, itu yang banyak orang sebut dengan cinta buta. 

Percakapan itu menjadikanku lebih cinta dan semakin cinta dengan pasanganku, karena terkadang orang hanya melihat sisi luarnya saja, kita semua sebenarnya memang 'matre' tapi jika kita bisa menguasai dan mengontrol pikiran kita semua aman saja. karena setauku semua itu berasal dari pikiran kita, dan aku benar benar selalu merasa jatuh cinta setiap kali bertemu dengannya dan akan selalu merasa rindu setiap kali aku berpisah dengannya. Aku tidak pernah menanyakan bagaimana latar belakang keluarganya atau apalah itu yang kebanyakan orang lain lakukan terhadap pasangan mereka, yang aku tau aku mencintainya bukan mencintai yang lainnya, aku akan menghabiskan sisa hidupku bersamanya secara mandiri, yang membuatku bangga dari pasanganku adalah dimana dia itu sangat mandiri tidak mau di bantu baik dari kluarganya maupun dariku sendiri. dia orangnya punya prinsip itu yang membuatku jadi bangga.

Aku mencintainya bukan dari apa yang aku lihat saja akan tetapi juga jauh dari dalam hatinya, jujur saja dia memiliki tatto di sebelah kanan di bagian perut sampingnya, awalnya sedikit risih tapi lama lama, aku tidak mempermasalahkannya karena semua soal seni saja. dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya apapun resiko saat bersamanya nanti, aku tidak akan pernah menyianyiakan waktu yang ada karena satu menit saat ini tidak akan bisan terulang di menit berikutnya.


klik gambar dibawah

Comments

Popular Posts